Laksanakan Arahan Presiden, LKPP Bekukan Produk Impor di Katalog Elektronik

Kepala LKPP Abdullah Azwar Anas saat telewicara dengan CNBC Indonesia

Jakarta – Kepala LKPP Abdullah Azwar Anas diwawancarai melalui telepon oleh CNBC Indonesia (26/08) terkait tujuan dibekukannya 13.600 produk impor di katalog elektronik karena substitusi produk serupa yang dibuat di dalam negeri.

Anas menjelaskan bahwa pembekuan produk impor tersebut merupakan bagian dari tindak lanjut arahan Presiden, untuk mendorong agar belanja produk dalam negeri (PDN) semakin meningkat, sekaligus dalam rangka gerakan Bangga Buatan Indonesia (BBI) serta mendorong industri dalam negeri lebih kuat dan tumbuh semakin hebat.

Total produk yang dibekukan sebanyak 18.585 produk, dimana 13.600 adalah produk impor, dan selebihnya dibekukan karena anomali harga, dimana harga produk yang sama dijual di Katalog Elektronik lebih mahal dibandingkan harga di luar. Untuk jenis produk yang dibekukan antara lain alat kesehatan, peralatan pendidikan, juga produk perkakas. Pembekuan produk tersebut merupakan bentuk keberpihakan terhadap industri dalam negeri untuk sungguh-sungguh menyiapkan produk dalam negeri yang memiliki daya saing dengan produk impor.

“Kita mendorong terus agar produk dalam negeri punya kualitas yang semakin lama semakin bagus, Bapak Presiden memberikan contohnya, dulu Cina pada awalnya produknya biasa, namun terus diproduksi dan didukung dengan riset yang lebih kuat, kualitasnya secara bertahap kemudian meningkat.” Kata Anas.

Untuk beberapa produk dalam negeri yang kualitasnya belum bagus akan didorong untuk lebih bagus, sehingga kompetisi antara produk dalam negeri akan berkembang, dengan harapan kualitas produk yang muncul semakin hari akan semakin bagus.

Sesuai dengan arahan Presiden, agar Katalog Elektronik dapat oleh perusahaan besar dan UMKM, baik Katalog Elektronik Nasional maupun Lokal. Pun UMKM kini lebih mudah untuk bergabung dengan Katalog Elektronik, cukup dengan dua langkah.

Untuk mendorong kompetisi UMKM, syarat masuk katalog elektronik sudah dipangkas. Pengadaan secara digital dalam Katalog Elektronik mendorong untuk lebih transparan, akuntabel, dan lebih mudah. Pemanfaatan teknologi ini secara bertahap akan menjadi instrumen percepatan dalam pengelolaan anggaran. (riz)